Dari Santri ke Sarjana: Kisah Inspiratif Achmad Romdoni dalam Menaklukkan Pendidikan

Di Indonesia, pesantren telah lama menjadi pilar pendidikan agama Islam. Santri, sebutan bagi para pelajar di pesantren, tidak hanya mendalami ilmu agama tetapi juga mengasah keterampilan dan karakter. Salah satu kisah inspiratif datang dari Achmad Romdoni, seorang santri yang berhasil meraih gelar sarjana dan menjadi teladan bagi generasi muda.
Masa Kecil dan Pendidikan di Pesantren
Achmad Romdoni lahir dan besar di lingkungan pesantren di Jawa Barat. Sejak kecil, ia menunjukkan minat besar dalam bidang akademik dan keagamaan. Ia aktif dalam kegiatan keagamaan di pesantren sambil tetap mengejar pendidikan formal. Setelah menyelesaikan pendidikan dasar, Romdoni melanjutkan studi di Pondok Pesantren Darul Tafsir Bogor selama enam tahun. Di sana, ia mendalami ajaran Islam secara intensif, membentuk fondasi kuat dalam ilmu agama.
Perjalanan Menuju Gelar Sarjana
Setelah menyelesaikan pendidikan di Bogor, Romdoni melanjutkan pendidikannya di salah satu pondok pesantren salafi terkemuka di Rangkasbitung, Banten. Keinginannya untuk terus belajar membawanya mendaftar di sebuah universitas di Rangkasbitung, memilih jurusan Pendidikan Agama Islam. Langkah ini menunjukkan tekadnya untuk menggabungkan ilmu agama dengan pendidikan formal, meskipun harus beradaptasi dengan lingkungan dan sistem pendidikan yang berbeda.
Kehidupan Kampus dan Aktivitas Sosial
Selama kuliah, Romdoni dikenal sebagai mahasiswa yang ceria dan berprestasi. Ia aktif dalam berbagai kegiatan akademik dan keagamaan di kampus, serta terlibat dalam organisasi kemahasiswaan seperti Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia Komisariat Latansa Mashiro. Keterlibatannya dalam berbagai aktivitas menunjukkan kemampuannya menyeimbangkan antara studi, kegiatan sosial, dan pengabdian kepada masyarakat.
Menginspirasi Generasi Muda
Kisah Achmad Romdoni menjadi bukti bahwa latar belakang sebagai santri tidak menghalangi seseorang untuk meraih pendidikan tinggi dan berkontribusi positif bagi masyarakat. Ia menunjukkan bahwa dengan tekad, kerja keras, dan semangat belajar yang tinggi, santri dapat mencapai prestasi gemilang di berbagai bidang.
Penutup
Perjalanan Achmad Romdoni dari santri hingga meraih gelar sarjana adalah inspirasi bagi generasi muda Indonesia. Ia membuktikan bahwa pendidikan agama dan formal dapat berjalan beriringan, membentuk individu yang berilmu, berkarakter, dan siap berkontribusi bagi bangsa dan agama.
Catatan: Kisah ini diadaptasi dari artikel “Dari Santri ke Sarjana: Kisah Inspiratif Achmad Romdoni dalam Menaklukkan Pendidikan” yang dipublikasikan di Kompasiana.